Chat!

Hubungi Kami






Harga BBM Naik, Pengembang Properti Ngirit Iklan

Wiji Nurhayat

Jakarta - Para pengembang properti sudah menyiapkan strategi terkait antisipasi kenaikan harga BBM subsidi. Salah satunya dengan menekan biaya iklan agar lebih efisien.

"Pasti kita lakukan efisiensi biaya salah satunya marketing atau biaya iklan. Biaya promosi itu tinggi 7-8% sehingga kita potong 50%," ungkap Chairman PT Duta Putra Group Herman Sudarsono saat ditemui di Menara DEA Kuningan Jakarta, Rabu (19/6/2013).

Ia pun menambahkan bahwa tidak ada kenaikan yang cukup signifikan untuk bahan bangunan. Pasalnya harga bahan bangunan sudah naik sebelum pemerintah mengumumkan rencana kenaikan harga BBM.

http://images.detik.com/content/2013/06/19/1016/180043_rumahmurah320.jpg


"Harga properti naiknya tidak akan banyak. Kenaikan BBM sudah terjadi sekarang bahkan beberapa bulan yang lalu. Untuk kenaikan saya pikir tidak signifikan, isu ini sudah banyak dan barang-barang naik duluan," katanya.

Selain kenaikan harga BBM, para pengembang juga diberatkan dengan kenaikan BI Rate dari 5,75% menjadi 6%. Walaupun sampai saat ini kenaikan BI rate belum berdampak terhadap bunga kredit, namun menurutnya tahun 2014 penjualan properti akan lesu karena menjelang pemilu.

"Sampai sekarang belum terlalu terasa apalagi ini menjelang Lebaran dan menjelang Pemilu 2014, developer tidak akan gegabah untuk menaikkan harga properti. Pemilu pembeli properti slowdown," cetusnya.